Dia memanggilku KUNYET… awal nya Munyet.. tetapi menurut nya aku sedikit lebih keren, dan ia memutuskan lebih baik memanggil ku KUNYET..
aku selalu tertawa mendengar perkataan nya.. dan aku sangat paham bahwa itu hanya sekedar panggilan kesayangan baginya… dan aku menyukai nya
Dengan berjalan nya waktu aku tahu apa yang disukai nya, bagaimana ia… Aku pun tahu apa yang membuat nya marah.. dan selalu aku menyukai mimik wajah itu..
Dan mungkin bagi nya.. aku sering membuat dirinya marah. Sempat terpikir, jika akulah satu – satu temen bagi nya yang selalu membuat ia marah. Dan ini kelebihannya, kemarahan nya hanya sesaat, setelah sesaat senyum dan tawa manis itu merekah.. seakan marah itu tidak pernah menyelimuti hatinya.. dan sebenarnya ia tidak benar – benar marah…
Senyum itu yang membuat aku selalu mengagumi nya… entahlah sejak kapan aku memiliki rasa ini..
Sejak awal mengenal nya aku tahu ia beda.. dan tanpa aku sangka, kami memiliki banyak persamaan. Aku rasa ia pun mengetahui nya..
Ia kawanku, ia pendamping hidupku, dan ia selalu membantuku.. dia selalu membuat aku tersenyum dan tertawa bahagia. Dan tak ada yang bisa mengubah nya… ini telah terjadi.. Dia yang menjadi semangat hari – hariku.
Tuhan.. jika Kau memberikan ku kesempatan, mungkin aku memilih untuk selalu bersamanya..
Jika Kau memberiku kesempatan lebih lama, aku ingin selalu membuat senyum dan tawa bahagia itu selalu ada diwajah lembut nya
Tapi Mengapa Tuhan.. saat ia hadir dalam hidupku, Kau buat aku seakan menjauh dari nya…
Kau buat aku menangis menahan sakit, merasakan pedih dalam hati juga ragaku…
Seandainya sedari dulu Engkau mempertemukan kami.. hingga ia lebih lama menemani hari – hariku
Seandainya raga ini mampu untuk menempuh semua perjalanan hidup yang Engkau gariskan..
“Nyet…. Semangat ya….Semua akan baik baik saja.. Allah akan selalu menjagamu”
Kata – kata itu menyejukkanku… lirih aku mendengar nya.. aku tahu ia berada disampingku..
Aku mendengar derai air matanya.. aku merasakan dengan lembut ia genggam tangan ku.. kasih sayang nya begitu tulus..
Wahai mutiara terindahku… engkau bukan hanya sekedar kawan sepanjang hidupku
Engkau adalah bidadari yang selalu menerangi malamku… engkau embun dipagi hariku
Maaf bidadariku… jika aku tak sanggup mengatakan setiap serpihan hati yang aku rasakan..
Dan maaf jika uraian kata ini hanya membuat mu terluka…
Jangan pernah menangis wahai bidadari malamku.. senyummu lah yang selalu menyejukan hatiku, tawamu yang menghangatkan jiwa ku yang membeku..
Jika ada waktuku bersamamu aku ingin itu selama nya, bukan hanya sekedar mimpi yang akan menghilang saat ku terbangun. Bukan nya khayalan yang membuatku terlena dan saat aku sadar itu membuat sakit dan perih…
Mungkin aku akan meninggalkan mu.. mungkin kita tak akan selamanya bersama.. dan mungkin hanya sedikit waktuku bersamamu…
Maaf… atas kelemahan ku sehingga aku begitu cepat meninggalkanmu… Aku hanya hamba Tuhan yang dianugerahi dengan keterbatasan… namun Tuhan memberikan ku engkau..
Wahai bidadariku yang penuh dengan keindahan dan kelembutan hatimu… jadikan aku kenangan terindahmu.. jadikan aku bagian paling berharga di lembaran hidupmu
Berjanjilah tak akan pernah menangis, berjanjilah luka goresan dihatimu akan mengering dan tak membekas.
Berjanjilah senyuman itu selalu merekah dan berjanjilah engkau akan selalu bahagia.. untuk ku..
Hingga aku dapat meninggalkan mu dengan bahagia.
“Nyet….. aku berjanji tidak akan menangis.. aku berjanji akan selalu tersenyum dan aku berjanji untuk selalu bahagia… Untuk mu.. Untuk setiap detik waktu yang kita lewati…”
“Aku menyayangimu…”
Senyumku untuk nya.. hingga aku ucapkan syahadat dan aku menutup kedua mataku………………..
True Love will show You the way…..
Saturday, 6th March 2010
Komentar Terakhir